Ke Mana Cinta Kita

Bilakah kali pertama saudara mendengar kalimah cinta? Dari lagu? Dari drama? Dari filem? Atau dari pengalaman seseorang? Kalau tanya aku, aku sendiri pun tak pasti bila sebenarnya kali pertama aku mendengar kalimah ini.

Bila bicara tentang cinta maka banyaklah kisah-kisah atau cerita-cerita yang berkaitan dengannya. Ada yang ke arah positif dan ada juga ke arah yang negatif. Cinta tidak mampu dipisahkan daripada kamus hidup seseorang manusia sebab itu adalah fitrah semulajadi yang Allah taala jadikan. Oleh hal demikian, pernahkah saudara tahu bahawa cinta juga disebut dan dibicarakan di dalam Al-Quran.

Aku percaya, ramai orang sudah khatam Al-Quran, tetapi tidak ramai yang menyedari kisah-kisah cinta dalam Al-Quran. Pembelajaran Al-Quran kita hanya sekadar membaca sampai khatam, namun tidak pula menjurus ke arah pemantapan kefahaman Al-Quran. Sebab itu, bila ditanya dari mana kita tahu tentang cinta, maka Al-Quran selalunya bukan jawapan ‘favourite’ yang akan dijawab.

Di dalam Al-Quran, ada banyak wajah cinta Allah kepada hamba-hambaNya. Antara hamba-hamba Allah yang mendapat cintaNya adalah mereka yang bertakwa, yang berbuat kebaikan, yang bertaubat, yang mempasrahkan diri, yang sabar dan yang berlaku adil serta mereka yang membuat kebaikan lainnya. Di samping itu, Al-Quran juga menekankan juga akan golongan yang tidak dicintai Allah antaranya; mereka yang zalim, yang kafir dan munafik, yang melakukan kerosakan, yang sombong dan ingkar, para pemboros, mereka yang khianat dan pelaku kejahatan yang lain.

Saudara, cinta Allah kepada kita adalah dalam bentuk keredhaanNya kepada kita di dunia mahupun akhirat, sedangkan cinta kita kepada Allah adalah dalam bentuk penta’dziman (keagungan) kepadaNya yang diinterpretasikan dalam bentuk ketaatan dan rasa tunduk kita kepada Allah. Oleh sebab itu, Allah taala telah mewahyukan kepada Rasulullah saw suatu pesanan untuk dikhabarkan kepada kita.

“Katakanlah (Muhammad); Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad); Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahawa Allah tidak menyukai orang-orang kafir”. (surah ali-Imran 3:31-32)

Ayat ini saudara jelas menyatakan bahawa kalau kita hendak mencintai Allah, maka kita kena ikut Al-Quran dan As-Sunnah yang Rasulullah saw bawa kepada kita. Sekali kita mencintai Allah, maka Allah juga akan mencintai dan mengasihi kita. Ia tidak seperti cinta kepada manusia, adakala berbalas, adakalanya hanya sekadar bertepuk sebelah tangan.

Al-Quran juga telah merakamkan beberapa kisah cinta yang dialami oleh para kekasih Allah. Dalam Al-Quran kita akan terjumpa tentang kisah cinta antara seorang ayah (Yaakub as) kepada anaknya (Yusuf as), cinta antara ibu (ibu Musa as) kepada puteranya (Musa as), cinta antara seorang ibu (Asiyah) terhadap anak angkatnya (Musa as), kisah cinta seorang wanita terhadap pemuda tampan (Yusuf as), cinta seorang gadis (anak Syu’aib as) kepada pemuda gagah (Musa as), kisah cinta seorang ratu (Balqis) dengan seorang raja (Sulaiman as) dan cinta seorang wanita (Maryam) kepada Tuhannya.

Sesuai dengan kedudukan Al-Quran sebagai panduan manusia. Ia juga memberi dan membimbing kita untuk mengenal akan perihal penyalahgunaan nikmat cinta yang Allah taala kurniakan. Antaranya saudara:

1) Cinta kepada duniawi semata.

“Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia. Dan meninggalkan kehidupan akhirat.” (surah al-Qiyamah 75:20-21)

2) Cinta kepada harta benda secara berlebihan.

“Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur adukan (yang halal dan yang haram). Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.” (surah al-Fajr 89:19-20)

“Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya. Dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. Dan sesungguhnya dia sangat bakhil kerana cintanya kepada harta.” (surah al-‘Adiat 100:6-8)

3) Terlalu cinta kepada keinginan dan perkara lain sehingga melupakan Allah.

“Katakanlah: Jika bapa-bapamu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, isteri-isterimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khuatir kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik”. (surah at-Taubah 9:24)

4) Cinta kepada sesuatu yang sebenarnya buruk baginya

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”. (surah al-Baqarah 2:216)

5) Suka kepada suatu kumpulan manusia yang sebenarnya mahu merosakannya

“Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (kerana) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Meraka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat kami jika kamu memahaminya”. (surah ali-Imran 3:118-120)

6) Cinta terhadap nafsu syahwat

“Sesungguhnya hawa nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan..” (surah Yusuf 12:53)

Akhir bicara, manfaatkanlah rasa cinta yang hadir dalam diri saudara untuk mencari rahmat dan keredhaanNya tatkala mengharungi samudera kehidupan ini.  Mudahan-mudahan dengan itu saudara, kita nanti akan digolongkan dalam kalangan mereka yang mendapat cinta dan kasih sayang Allah. Selamat bercinta.

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s